Rabu, 18 Januari 2012

Protokol TCP/IP

TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol ) adalah satu set protokol yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer, protokol ini memungkinkan terjadinya hubungan antara berbagai jenis perangkat keras dan perangkat lunak. Protokol adalah aturan atau sekumpulan aturan dan standar yang memungkinkan komputer untuk dapat saling berkomunikasi.

Paket protokol TCP/IP dikembangkan sebelum model OSI di publikasikan, karenanya TCP/IP tidak menggunakan model OSI sebagai rujukan. Model TCP/IP hanya terdiri dari empat layer yaitu:

Protokol pada layer ini menyediakan media bagi sistem untuk mengirimkan data ke device lain yang terhubung secara langsung. Network Access Layer merupakan gabungan antara Network, Data Link dan Physical Layer. Fungsi Network Access Layer dalam TCP/IP disembunyikan, dan protocol yang lebih umum dikenal (IP, TCP, UDP, dll) digunakan sebagai protocol-level yang lebih tinggi. Fungsi dalam layer ini adalah mengubah IP datagram ke frame yang ditransmisikan oleh network, dan memetakan IP Address ke physical address yang digunakan dalam jaringan. IP Address ini harus diubah ke alamat apapun yang diperlukan untuk Physical Layer untuk mentransmisikan datagram.

Internet Layer

Internet Layer berisi protokol yang bertanggung jawab dalam pengalamatan dan routing paket . Internet layer terdiri dari beberapa protokol diantaranya :

  1. Internet Protocol (IP)

Protokol IP merupakan inti dari protokol TCP/IP. Seluruh data yang berasal dari protokol pada layer di atas IP harus dilewatkan, diolah oleh protokol IP, dan dipancarkan sebagai paket IP, agar sampai ke tujuan. Dalam melakukan pengiriman data, IP memiliki sifat yang dikenal sebagai unreliable, connectionless, datagram delivery service.

Unreliable berarti bahwa Protokol IP tidak menjamin datagram yang dikirim pasti akan sampai ke tempat tujuan. Protokol IP hanya berjanji akan melakukan usaha sebaik-baiknya (best effort delivery service), agar paket yang dikirim tersebut sampai ke tujuan. Jika di perjalanan terjadi hal-hal yang diinginkan misalnya salah satu jalur putus, router down, atau host/network tujuan sedang down.

Connectionless berarti dalam mengirim paket dari tempat asal ke tujuan, pihak pengirim dan penerima paket IP sama sekali tidak mengadakan perjanjian (handshake) terlebih dahulu.

Datagram delivery service berarti setiap paket data yang dikirim adalah independen terhadap paket data yang lain. Akibatnya jalur yang ditempuh ileh masing-masing paket data IP ke tujuannya bias jadi berbeda satu dengan yang lainnya. Karena jalur yang ditempuh berbeda, kedatangan paket pun bias jadi tidak berurutan.


2. Address Resolution Protocol (ARP)

ARP adalah sebuah protokol dalam TCP/IP Protocol Suite yang bertanggungjawab dalam melakukan resolusi alamat IP ke dalam alamat Media Access Control (MAC Address).Ketika sebuah aplikasi yang mendukung teknologi protokol jaringan TCP/IP mencoba untuk mengakses sebuah host TCP/IP dengan menggunakan alamat IP, maka alamat IP yang dimiliki oleh host yang dituju harus diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam MAC Address agar frame-frame data dapat diteruskan ke tujuan dan diletakkan di atas media transmisi (kabel, radio, atau cahaya), setelah diproses terlebih dahulu oleh Network Interface Card (NIC).


3. Internet Control Message Protocol (ICMP)

ICMP atau Internet Control Message Protocol adalah protokol yang bertugas mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi lain yang memerlukan perhatian khusus. Pesan atau paket ICMP dikirim jika terjadi masalah pada layer IP dan layer atasnya (TCP/UDP)



4. Internet Group Management Protocol (IGMP)

Internet Group Management Protocol (IGMP) adalah protokol komunikasi yang digunakan untuk mengelola keanggotaan Internet Protokol multicast grup. IGMP digunakan oleh IP host dan sekitar multicast router untuk membentuk keanggotaan grup multicast.



Transport Layer

Transport Layer menentukan bagaimana host pengirim dan host penerima dalam membentuk sebuah sambungan sebelum kedua host tersebut berkomuikasi, serta seberapa sering kedua host ini akan mengirim acknowledgment dalam sambungan tersebut satu sama lainnya. Transport layer hanya terdiri dari dua protokol,yaitu :

1. TCP ( Transmission Control Protocol)

TCP(Transmission Control Protocol) adalah salah satu jenis protokol transfer data. TCP mempunyai karakteristik sebagai protokol yang berorientasi koneksi (Connection oriented). Sebelum terjadi proses tranfer data, maka yang pertama dilakukan adalah kedua belah pihak melakukan call request dan call accept. Protokol TCP menggunakan jalur data full duplex yang berarti antara kedua host terdapat dua buah jalur, jalur masuk dan jalur keluar sehingga data dapat dikirimkan secara simultan.


2. UDP (User Datagram Protocol)

UDP (User Datagram Protocol) adalah jenis transfer data yang lain dari TCP. UDP mempunyai karateristik connectionless (tidak berbasis koneksi). Dengan kata lain, data yang dikirimkan dalam bentuk paket tidak harus melakukan call setup seperti pada TCP. Selain itu, data dalam protokol UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor identifier. Sehingga sangat besar sekali kemungkinan data sampai tidak berurutan dan sangat mungkin hilang/rusak dalam perjalananan dari host asal ke host tujuan. Tergantung pada host penerima/tujuan, apakah akan meminta kembali paket yang rusak atau hilang.

Application Layer

Aplication layer merupakan layer yang melayani permintaan data atau servis, aplikasi pada layer ini menunggu di portnya masing-masing dalam suatu antrian untuk diproses. Aplication layer bukanlah tempat bagi word processor, spreadsheet, internet browser atau yang lainnya akan tetapi aplikasi yang berjalan pada application layer berinteraksi dengan word processor, spreadsheet, internet browser atau yang lainnya, contoh aplikasi populer yang bekerja pada layer ini yaitu:

1. TELNET (Network Terminal Protocol), yang menyediakan remote login dalam jaringan.
2. FTP (File Transfer Protocol), digunakan untuk file transfer.
3. c. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), dugunakan untuk mengirimkan electronic mail.
4. DNS (Domain Name Service), untuk memetakan IP Address ke dalam nama tertentu.
5. e. RIP (Routing Information Protocol), protokol routing.
6. OSPF (Open Shortest Path First), protokol routing.
7. NFS (Network File System) untuk sharing file terhadap berbagai host dalam jaringan.
8. HTTP (Hyper Text Transfer Protokol), protokol untuk web browsing.




Rabu, 11 Januari 2012

Jenis Protokol Jaringan

1. File Transfer Protocol (FTP)

adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang mensupport TCP/IP protokol. Dua hal penting yang ada dalam FTP adalah FTP server dan FTP Client. FTP server menjalankan software yang digunakan untuk tukar menukar file, yang selalu siap memberian layanan FTP apabila mendapat request dari FTP client. FTP client adalah komputer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tujuan tukar menukar file (mengupload atau mendownload file).

Tujuan FTP server adalah sebagai berikut :

  1. Untuk men-sharing data.
  2. Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer.
  3. Untuk menyediakan teempat penyimpanan bagi user.
  4. Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien.

FTP sebenarnya cara yang tidak aman untuk mentransfer file karena file tersebut ditransfer tanpa melalui enkripsi terlebih dahulu tetapi melalui clear text. Mode text yang dipakai untuk transfer data adalah format ASCII atau format Binary. Secara default, ftp menggunakan mode ASCII untuk transfer data. Karena pengirimannya tanpa enkripsi, maka username, password, data yang ditransfer, maupun perintah yang dikirim dapat di sniffing oleh orang dengan menggunakan protocol analyzer (Sniffer). Solusi yang digunakan adalah dengan menggunakan SFTP (SSH FTP) yaitu FTP yang berbasis pada SSH atau menggunakan FTPS (FTP over SSL) sehingga data yang dikirim terlebih dahulu dienkripsi (dikodekan).

FTP biasanya menggunakan dua buah port yaitu port 20 dan 21 dan berjalan exclusively melalui TCP. FTP server Listen pada port 21 untuk incoming connection dari FTP client. Biasanya port 21 untuk command port dan port 20 untuk data port. Pada FTP server, terdapat 2 mode koneksi yaitu aktif mode dan pasif mode.

2. Gopher Protocol


Protokol publikasi informasi berbasis karakter yang menggunakan menu untuk mengakses teks. Menempatkan informasi yang disimpan pada internet servers dengan menggunakan hirarki menu. intinya sih mirip dengan protocol telnet (23) yang ketika diakses hanya berbasis text dan kalo contoh aplikasinya seperti system tampilan pada banyak perangkat seperti modem, router dll. ketika diremote. Beda gopher dengan web adalah gopher tidak bisa menampilkan gambar, melainkan hanya teks dan merupakan salah satu sistem yang (dulunya) ada di inet. Gopher menggunakan port 70. sedangkan Http menggunakan port 80.

3. Hypertext Transfer Protocol (HTTP)


adalah suatu protokol yang digunakan untuk mentransfer dokumen/halaman dalam WWW (World Wide Web). HTTP mendefinisikan bagaimana suatu pesan dapat diformat dan dikirimkan dari client ke server atau sebaliknya. HTTP mengatur aksi apa saja yang harus dilakukan oleh web server dan web browser sebagai respon atas perintah-perintah yang ada pada protokol HTTP ini.

Pengembangan standar HTTP dilaksanakan oleh Konsorsium World Wide Web (World Wide Web Consortium/W3C) dan juga Internet Engineering Task Force (IETF), yang menghasilkan publikasi beberapa dokumen Request for Comments (RFC), antara lain RFC 2616 yang mendefinisikan tentang HTTP/1.1. (dipublikasikan pada bulan Juni 1999).

4. Post Office Protocol (POP)


merupakan protocol yang digunakan untuk pengelolaan e-mail. Dengan adanya fasilitas ini akan mempermudah untuk mendapatkan e-mail dari sebuah mail server tanpa perlu koneksi yang lama dari Internet. POP3 (POP - Version 3) merupakan POP yang standar untuk Internet. Protokol ini akan mengijinkan client untuk mengakses e-mail yang ada di POP server secara dinamis dan juga mengijinkan untuk meninggalkan atau menghapus e-mail yang ada di POP Server melalui POP client.Server POP3 menyimpan sementara email tiap user di dalam mailboxnya masing – masing sebelum akhirnya di-download oleh user bersangkutan menggunakan klien email seperti Outlook ataupun Eudora. Dalam proses pengambilan tersebut klien email terhubung ke mail server menggunakan protokol POP3 yang berjalan pada TCP port 110.

5. Point to Point Protocol (PPP)


adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada Wide Area Network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan. PPP didefinisikan pada RFC 1661 dan RFC 1662.

6. Serial Line Internet Protocol (PLIP)


Garis Serial IP ( SLIP ) digunakan untuk point-to-point koneksi serial yang menjaLANkan TCP/IP. SLIP biasanya digunakan pada mata rantai serial, dan pada umumnya digunakan dengan kecepatan jalur antar 1200bps dan 19.2Kbps. SLIP sangat bermanfaat untuk perpaduan antara host dan router untuk berkomunikasi dengan satu sama lain ( host-host, host-router dan router-router adalah konfigurasi jaringan pada SLIP)

SLIP merupakan suatu paket yang membingkai protokol: SLIP menggambarkan suatu urutan karakter yang membingkai IP paket pada serial line. SLIP tidak menghasilkan alamat, pengidentifikasian type paket, pendeteksian kesalahan /koreksi atau mekanisme tekanan.

SLIP protokol menggambarkan dua karakter khusus: END dan ESC. END adalah octal 300 ( sistim desimal 192) dan ESC adalah octal 333 ( sistim desimal 219). Untuk mengirimkan suatu paket, suatu SLIP host sederhana memulai mengirimkan data di (dalam) paket itu. Jika suatu data byte adalah kode yang sama ketika mengakhiri karakter, suatu dua byte urutan ESC dan octal 334 ( sistim desimal 220) dikirim sebagai gantinya. Itu sama halnya suatu ESC karakter, dua byte urutan ESC dan octal 335 ( sistim desimal 221) dikirim sebagai gantinya. Manakala byte terakhir di (dalam) paket telah dikirim, suatu karakter AKHIR kemudian adalah memancarkan..

Sebab tidak ada ' standard' spesifikasi SLIP, tidak ada ukuran paket yang maksimum digambarkan secara riil untuk SLIP. SLIP mungkin terbaik untuk menerima ukuran paket yang maksimum yang digunakan oleh Berkeley UNIX SLIP driver: 1006 bytes mencakup IP dan pengangkutan awal protocol ( belum termasuk penyusunan karakter).

7. Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)


Protokol ini menetapkan proses pengiriman dan penerimaan e-mail dalam jaringan komputer, seperti internet. Sebenarnya, SMTP itu sendiri berfungsi untuk mengatur lalu lintas e-mail antara berbagai server. Sementara, POP3 berfungsi untuk mengirimkan e-mail ke Client.

Kelemahan besar SMTP adalah tidak tersedianya prosedur otentifikasi sehingga setiap pengguna dapat mengirim e-mail melalui SMTP Server sebuah ISP. Akibatnya, e-mail spam menjadi berkembang. Biasanya, ISP meminta otentifikasi melalui POP3 Server. Bila otentifikasi berhasil, pengguna tersebut dapat menggunakan SMTP Server untuk mengirim e-mail.
Untuk dapat mengirim dan menerima e-mail, e-mail client harus dikonfigurasi dengan benar pada menu setting server POP3/IMAP dan server SMTP.

8. Telnet Protocol

adalah remote login yang dapat terjadi di internet karena ada service dari protocol TELNET.Dengan Telnet memungkinkan kita untuk mengakses komputer lain secara remote melalui internet.Dalam bahasa yang mudah kita dapat memberikan perintah kepada komputer lain baik membuat file,mengedit,menghapus dan menjalankan suatu perintah hanya melalui komputer di depan meja kita.Telnet banyak di pakai dalam mesin berbasis UNIX dan sangat jarang aplikasi telnet pada mesin berbasis Windows NT/2000.

9. Transmission Control Protocol/Internet Protocol(TCP/IP)

TCP/IP adalah salah satu jenis protokol yang memungkinkan kumpulan komputer untuk berkomunikasi dan bertukar data didalam suatu network (jaringan).

Pengertian Sinyal Analog & Digital


Sinyal Analog


Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. Dua parameter/karakteristik terpenting yang dimiliki oleh isyarat analog adalah amplitude dan frekuensi. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus.
Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu amplitudo, frekuensi dan phase.

  1. Amplitudo merupakan ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog.
  2. Frekuensi adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam satuan detik.
  3. Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu.

Sinyal Digital

Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1. Sinyal digital hanya memiliki dua keadaan, yaitu 0 dan 1, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat. Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol (0) atau satu (1). Kemungkinan nilai untuk sebuah bit adalah 2 buah (21). Kemungkinan nilai untuk 2 bit adalah sebanyak 4 (22), berupa 00, 01, 10, dan 11. Secara umum, jumlah kemungkinan nilai yang terbentuk oleh kombinasi n bit adalah sebesar 2n buah.


Senin, 26 September 2011

Konfigurasi Squid di Linuc Debian 04


Pertama – tama kita insatall squid terlebh dahulu dengan perintah :

apt-get install squid

Setelah proses install squid selesai, kita kofigurasi dulu network interfaces kita dengan menggunakan perintah :

vim /etc/network/interfacas

Setelah masuk konfigurasikan seperti contoh dibawah ini : :

iface lo inet loopback

auto eth0

iface eth0 inet static

address 192.168.100.75

netmask 255.255.255.0

network 192.168.100.0

broadcast 192.168.100.255

gateway 192.168.100.254

auto eth1

iface eth1 inet static

address 192.168.50.1

netmask 255.255.255.0

network 192.168.50.0

broadcast 192.168.50.255

Setelah selesai konfigurasi lalu kita save dengan perintah :

:wq

Kemudian aktifkan ip_forwading denga perintah :

vim /etc/sysctl.conf

Lalu hilangkan tanda ( # ) pada teks :

net.ipv4.conf.default.forwarding=1

Setelah selesai konfigurasi lalu kita save dengan perintah :

:wq

Kemudian aktifkan juga tabel routing dengan perintah :

iptables -t nat -A POSTROUTING -s 192.168.50.0/24 -j MASQUERADE

Lalu restart network’nya dengan perintah :

/etc/init.d/networking restart

Jika semua proses diatas sudah dilakukan baru kita mulai konfiurasi squid. Untuk masuk squid gunakan perintah :

vim /etc/squid/squid.conf

Lalu cari dan tambahkan :

http_port 3128 menjadi :

http_port 3128 transparent -> port default proxy

#cache_mem 8 MB menjadi :

cache_mem 32 MB ——> cache memory

#cache_dir ufs /var/spool/squid 100 16 256 menjadi :

cache_dir ufs /var/spool/squid 500 16 256

#cache_log /var/log/squid/cache.log menjadi :

cache_log /var/log/squid/cache.log

Hilangkan tanda ( # ) pada teks :

auth_param basic children 5

auth_param basic realm Squid proxy-caching web server

auth_param basic credentialsttl 2 hours

auth_param basic casesensitive off

Buat visible_hostname :

visible_hostname Hilman ——-> nama visible hostname kamu

Buat acl untuk IP dengan perintah :

acl lan src 192.169.50.0/24 ——> IP eth1

jika sudah selesai save konfigurasi di atas dgn perintah

:wq

Saya Mendapat Soal :

Saya hanya bisa mengakses internet di alamat rimbaraya.net dan saya hanya bisa download file .ppt di alamat rimbaraya.net

Jawabannya :

Bikin file baru untuk simpan list dari extensi yang akan kita blok aksesnya, ..

vim /etc/squid/dokumen.txt

.Tambahkan list extensi yang sudah kita data untuk di blok pada file “/etc/squid/dokumen.txt“, penulisannya adalah sebagai berikut :

\.doc$

\.pdf$

\.rar$

\.zip$

Jika sudah selesai simpan file tersebut dengan perintah :

:wq

Jika sudah membuat file seperti diatas langkah selanjutnya masuk squid gunakan perintah :

vim /etc/squid/squid.conf

Edit file “/etc/squid/squid.conf” dan tambahkan konfigurasi ACL url_regex berikut :

acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0

acl lan src 192.168.50.0/24 <— sesuaikan dengan network eth1

acl alldst ect 0.0.0.0/0.0.0.0

acl manager proto cache_object

acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255

acl ssl_port port 443 563

acl safe_port port 80 21 443 563 70 1025-65535

acl purge method PURGE

acl CONNECT method CONNECT

acl web dstdomain .rimbaraya.net <— alamat yang bisa diakses internet

acl blokir url_regex -i “/etc/squid/dokumen.txt” <— ACL ditambahkan pada baris ini

http_access deny blokir <— ditambahkan pada urutan paling atas dari http_access nya

http_access allow manager localhost

http_access deny manager

http_access allow purge localhost

http_access deny purge

http_access deny !Safe_ports

http_access deny CONNECT !SSL_ports

http_access allow CONNECT !irc_ports

http_access allow web <— http_access web yang dibisa diakses internet

http_access deny all

http_access allow lan <— http_access network

jika sudah selesai save konfigurasi di atas dengan perintah :

:wq

Selanjutnya instruksikan supaya squid untuk membaca ulang file konfigurasi “squid.conf” yang dibuat tadi, apakah terjadi error atau tidak , Lakukan dengan perintah berikut ini :

squid -k reconfigure

Lalu REDIRECT port 80 ke port 3128 dengan perintah :

iptables -t nat -A PREROUTING –p tcp s 192.168.50.0/24 -–dport 80 -j REDIRECT -–to-ports 3128

Lalu save REDIRECT dengan perintah :

iptables-save

Lalu restart squid dengan perintah :

/etc/init.d/squid restart